Halaman

Showing posts with label islami. Show all posts
Showing posts with label islami. Show all posts

Sunday, October 12, 2014

Tidak mengeluh ternyata lebih baik

    MENGELUH, sebuah kata sederhana
yang mungkin jarang kita ucapkan
dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik
secara sadar maupun tidak sadar.
Beberapa waktu lalu saya berkumpul
dengan teman-teman lama saya.
Seperti biasanya kami membicarakan
mengenai pekerjaan, pasangan hidup,
masa lalu, dan berbagai macam hal
lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar,
bahwa kami satu sama lain saling
berlomba untuk memamerkan keluhan
kami masing-masing, seolah-olah
siapa yang paling banyak mengeluh
dialah yang paling hebat.
"Bos gue kelewatan masa udah jam 6,
gue masih disuruh lembur, sekalian
aja suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap
hari, padahal itu kan bukan "job-des"
gue"
"Anak buah gue memang bego, disuruh
apa-apa salah melulu".
Mungkin kita semua pun melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai
pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia
pindah kerja dan setiap kali dia bekerja
di tempat yang baru, dia
selalu mengeluhkan mengenai atasan
atau rekan-rekan sekerjanya.
Sebelum dia pindah ke pekerjaan
berikutnya dia selalu ribut dengan
atasan atau rekan sekerjanya. Seperti
yang bisa kita lihat bahwa
terbentuk suatu pola tertentu yang
sudah dapat diprediksi, dia akan
selalu pindah dari satu pekerjaan ke
pekerjaan berikutnya sampai dia
belajar untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat
mudah dilakukan dan bagi beberapa
orang, hal ini menjadi suatu kebiasaan
dan parahnya lagi mengeluh
menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda
memiliki dua orang teman, yang
pertama selalu berpikiran positif dan
yang kedua selalu mengeluh, Anda
akan lebih senang berhubungan dengan
yang mana? Menjadi seorang yang
pengeluh mungkin bisa mendapatkan
simpati dari teman kita, tetapi
tidak akan membuat kita memiliki lebih
banyak teman dan tidak akan
menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah
mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh
karena kita kecewa bahwa realitas yang
terjadi tidak sesuai dengan
harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya
gampang-gampang susah, kita hanya
perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal
yang kita keluhkan PASTI ADA hal
yang dapat kita syukuri.
Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda
berapa banyak jumlah pengangguran
yang ada di Indonesia? Sekarang ini
hampir 60% orang pada usia kerja
produktif tidak bekerja, jadi
bersyukurlah Anda masih memiliki
pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda
mengeluh karena disuruh lembur atau
disuruh melakukan kerja ekstra.
Tahukah Anda bahwa sebenarnya
atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan
tambahan. Bersyukurlah karena Anda
telah diberikan kepercayaan oleh
Atasan Anda, mungkin dengan Anda
lebih rajin siapa tahu Anda bisa
mendapatkan promosi atau paling tidak
mendapatkan pengalaman dan
pengetahuan baru.

   Bersyukurlah lebih banyak dan
percayalah hidup Anda akan lebih
mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda
karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Mari Belajar:

1. Bersyukurlah setiap hari
setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri.

2. Jangan mengeluh bila Anda
menghadapi kesulitan
tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Anggaplah masalah besar adalah
tanda Tuhan
Tuhan berkehendak menguji Anda untuk naik tingkat ke level yang lebih baik (kematangan, kedewasaan, dll.)

4. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan
mengeluh
bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali.
"Semakin banyak Anda bersyukur
kepada Tuhan atas apa yang Anda
miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."

Semoga artikel ini bisa membawa motivasi kepada kita semua agar tidak mengeluh lagi.


Sunday, October 5, 2014

6 Sifat Perempuan Yang Menjijikkan, dan Tak bisa di Jadikan Istri

6 Sifat Perempuan Yang Menjijikkan,
dan Tak bisa di Jadikan Istri diantaranya sebagai brikut :

1. Al -Anaanah:
banyak keluh kesah. Yg selalu merasa
cukup, apa yg diberi semua tak
cukup. diberi rumah tak cukup, diberi
motor tak cukup, diberi mobil tak
cukup, dll. Tak redha dg pembelaan
dan aturan yg diberi suami. Asyik
ingin memenuhi kehendak nafsu dia
saja, tanpa memperhatikan perasaan
suami, tak hormat kepada suami
apalagi berterima kasih pada suami.
Bukannya hendak menolong suami,
apa yg suami beri pun tak pernah
puas. Ada saja yg tak cukup.

2. Al-Manaanah:
suka mengungkit. Kalau suami
melakukan halyg dia tak berkenan
maka diungkitlah segala hal tentang
suaminya itu. sangat senang hendak
membicarakan suami: tak ingat
budi,tak bertanggungjawab, tak
sayang dan macam-macam. Padahal
suami sudah memberi perlindungan
macam2 padanya.

3. Al hunaanah
ingin pada suami yg lain atau
berkenan kpd lelaki yg lain. sangat
suka membanding-bandingkan
suaminya dg suami/lelaki lain. Tak
redha dg suami yg ada.

4. Al- Hudaaqah:
suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petangmalam asyik menekan dan memaksasuami. Adakalanya dg berbagaiancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yg
dipentingkan adalah kehendak dan
kepentingan dia saja.

5. Al -Hulaaqah:
sibuk bersolek atau tidur atau santai2
dll hingga lalai dg ibadah-ibadah
asas, seperti solat berjemaah, wirid
zikir, mengurus rumah-tangga,
berkasih sayang dg anak2, dll.

6. As-Salaaqah:
banyak berbicara, menggosip. Siang
malam, pagi petang asik menggosip
terus. Apa saja yg suami kerjakan
selalu tidak benar dimatanya. Zaman
sekarang ni bergosip bukan saja
berbicara di depan suami, tapi
dengan telfon, SMS, internet, BBM dan macam2 cara yang lain . Yg jelas
isteri tu asyik menyusahkan suami dg
kata2nya yg menyakitkan.

YA ALLAH SEMOGA KAMI BUKAN SALAH SATU DARI GOLONGAN DI ATAS...

Ya Allah...
✔ Muliakanlah orang yang membaca
status ini
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,
Fitnah, Prasangka Keji, Berkata
Kasar, dan Mungkar
✔  Semoga yang mau klik disini di beri keberkahan dunia dan akhirat.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk Orang yang me-LIKE dan membagikan status ini...

Aamiin ya Rabb....

Tuesday, September 30, 2014

KISAH GADIS MUSLIMAH YANG SELAMAT DARI PEMBUNUHAN BERKAT AL QUR'AN

Kisah nyata ini dialami oleh seorang gadis Muslimah asal Arab yang tinggal di London. Suatu hari ia harus memenuhi undangan temannya hingga tengah malam. Meski rumahnya jauh, ia harus pulang malam itu juga.
“Naik bus saja ya. Meski agak lama tapi relatif lebih aman daripada kereta (subway). Di sini sering terjadi tindak kejahatan dan pembunuhan di malam hari, apalagi di stasiun bawah tanah yang biasanya sepi,” temannya menasehati ketika ia berpamitan pulang.

Gadis muslimah ini hanya berpikir bagaimana caranya agar ia cepat sampai di rumah. Karenanya ia memutuskan naik kereta api. Dan ternyata benar. Stasiun
sepi. Di ruang tunggu, ia melihat seorang laki-laki yang mencurigakan. Hanya mereka berdua yang ada di sana. Sempat takut, tapi ia kemudian cepat menenangkan diri. Ia berlindung kepada Allah dan membaca surat-surat Al Qur’an
yang dihafalnya. Ia pun berhasil melewati laki-laki tersebut dengan aman, lalu naik kereta dan tibalah ia di rumahnya.
Keesokan harinya, gadis Muslimah ini
dikejutkan dengan berita pembunuhan yang ia baca di surat kabar. Pembunuhan itu terjadi di stasiun yang sama, persis lima menit setelah kepergiannya meninggalkan stasiun itu. Di berita itu
juga disebutkan, polisi berhasil menangkap pembunuhnya.

Penasaran dengan peristiwa itu, ia
datang ke kantor polisi untuk melihat
siapa pembunuhnya. Ternyata pelaku
adalah laki-laki yang telah dilihatnya
semalam. Setelah meyakinkan polisi, ia
diberikan kesempatan bertanya kepada laki-laki tersebut.

“Apakah engkau mengingatku?” tanya gadis Muslimah itu.
“Apakah aku mengenalmu?” jawab laki-laki itu sambil berusaha mengingat gadis di depannya.
“Aku bertemu denganmu di stasiun sebelum kejadian tersebut” Jelas gadis itu.
“Ya, aku ingat sekarang” Jawab laki-laki itu.
“Mengapa engkau membiarkan aku, tidak membunuhku saat itu?”  Tanya Gadis itu.
“Jangan bercanda. Bagaimana aku akan membunuhmu sementara ada dua orang pengawal yang berbadan besar yang mengikutimu?”  Jawab laki-laki penjahat itu.

Allahu akbar! Rupanya Allah
menyelamatkan gadis muslimah itu dengan mengirimkan dua penjaga untuknya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi semalam.
Saudariku sahabat muslimah, kapan pun engkau merasa terancam bahaya,
berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pelindung dan tidak ada pelindung kecuali Dia. Kapan pun engkau merasa takut, bergantunglah hanya kepadaNya. Ingatlah Dia, niscaya
Dia mengingatmu. Berdoalah kepadaNya dengan doa yang sungguh-sungguh,
niscaya Dia mengabulkan doamu.
Seperti kisah nyata yang ditulis Syaikh Ahmad Abduh Iwadh dalam buku La Tai’asu min Ruuhillah (Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah) di atas.

Ketika seorang hamba benar-benar berdoa, berlindung dan bergantung kepadaNya, maka Dia akan melindunginya dengan berbagai cara yang kadang-kadang hambaNya sendiri tidak tahu bahwa Allah melindunginya dengan caraNya.
Dan janganlah kosongkan dirimu dari Al Qur’an. Hafalkanlah firman firmanNya, sesuai kemampuan dan kesanggupanmu.

Sesungguhnya dengan menghafal Al Qur’an, engkau bisa membacanya kapan pun. Dan dengan membacanya, engkau mengingatNya. Ketika engkau menghayati maknanya, sesungguhnya engkau berusaha lebih dekat denganNya. Dan Dialah yang menjagamu dan menjaga seluruh
penghafal Qur’an.

Bagikan jika menurut kalian bermanfaat, jangan lupa klik +1 jika menurut kalian memang benar adanya, dan klik disini untuk kelangsungan blog ini,...

Terima Kasih

Sunday, September 28, 2014

BERSIFAT RAMAH ADALAH BAGIAN DARI AJARAN ISLAM

   Rasulullah SAW bersabda, "Orang
beriman itu bersikap ramah dan tidak
ada kebaikan bagi seorang yang
tidak bersikap ramah. Dan sebaik-
baik manusia adalah orang yang
paling bermanfaat bagi
manusia." (THR. Thabrani dan
Daruquthni, dari Jabir RA).
Hadis di atas kembali mengingatkan
jati diri kemanusiaan kita agar selalu
bersikap ramah dalam berinteraksi
sosial di antara sesama. Suatu sikap
yang dalam satu bulan terakhir ini
menjadi pertanyaan kita semua,
khususnya menyangkut sikap kita
sebagai manusia untuk menghargai
hak-hak kemanusiaan sesama.
Bila melihat hadis di atas, sangat
jelas dan tegas bahwa objek yang
dituju dari hadis tersebut adalah
"orang beriman". Jadi, sikap
keramahan itu menjadi satu hal yang
mutlak harus diintegrasikan dalam
diri orang yang beriman. Artinya,
kualitas keimanan seseorang itu salah
satunya bisa diukur dari seberapa
jauh ia sebagai seorang mukmin dalam
kehidupan sosialnya itu melaksanakan
"keramahan" kemanusiaannya (baca
menghargai dan menghormati).

Praktisnya, bila orang beriman itu
hidup dalam kemajemukan, maka ia
bisa menghargai dan menerima segala
perbedaan. Bila ia seorang pejabat,
maka ia bisa menyuarakan dan
amanah pada aspirasi rakyatnya.
Dan bila ia seorang pemimpin, maka ia
bisa menyalurkan segala energi
kepemimpinannya untuk mewujudkan
kemakmuran rakyatnya.

Implementasi wujud keramahan
tersebut menjadi hal paling esensial,
mengingat hakikat orang beriman itu
tidak hanya pandai melafalkan
sumpah tertentu, akan tetapi yang
lebih penting dari itu adalah wujud
konkret tindakannya di masyarakat.
"Al-imanu tashdiiqun bil qalbi, wa
ikrarun bil lisan, wa a'malun bil
arkan" (orang beriman itu tidak
hanya membenarkan dalam hati, dan
mengikrarkan di lisan, tapi lebih dari
itu adalah melaksanakan dalam
bentuk perbuatan).

Dengan memperhatikan esensi orang
beriman ini, maka kalimat berikutnya
dari hadis tersebut sangat
kontekstual, bahwa sebaik-baik
manusia adalah orang yang paling
bermanfaat bagi manusia lainnya.
Artinya, keberadaan kita sebagai
manusia (dalam posisi apa pun) akan
sangat ditentukan seberapa jauh kita
bisa memberi manfaat bagi
sekelilingnya. Kalau prinsip ini
dijadikan pegangan utama, maka
tentu tidak ada namanya anasir-
anasir tindakan merendahkan
kemanusiaan yang muncul di hati.
Tidak ada namanya "kedzaliman
struktural" manakala kita diberi
amanah menjalankan kekuasaan. Tak
ada namanya ketakutan akan
turunnya pencitraan ketika kita
senantiasa berpegang pada
kebenaran. Semua tindakan akan
tersubordinasikan untuk meraih
tujuan hakiki orang beriman, yaitu
rida Allah SWT. Semoga Allah
senantiasa memberi hidayah kepada
kita semua untuk selalu berada pada
garis kebenaran-Nya, sampai kita
semua menghadap-Nya dengan
husnul khatimah. Amin ya Rabbal'alamin.

Mohon keihlsan sobat untuk satu klik disini.

Friday, September 26, 2014

10 CARA MERAWAT RAMBUT MUSLIMAH BERJILBAB

Memiliki rambut sehat dan indah
adalah dambaan setiap muslimah
untuk lebih menyenangkan suaminya.
Bagaimana agar muslimah berjilbab
memiliki rambut sehat dan indah
seperti itu? Berikut ini 10 cara
merawat rambut muslimah berjilbab.

1. Keramas sepekan 3 kali
Bersihkan rambut dengan keramas
rata-rata 3 kali dalam sepekan.
Keramas tiga kali sepekan ini
membuat rambut cenderung lebih
bersih dan lebih harum. Untuk jadwal
keramas ini, para sahabat
webmuslimah bisa mengatur jadwal
dua hingga tiga hari sekali. Misalnya
Ahad, Rabu dan Jum’at. Khusus hari
Jum’at, sebagian ulama berpendapat
muslimah juga mendapatkan pahala
sunnah jika melaksanakan mandi
Jum’at.

2. Pilih sampo yang tepat
Pilih sampo yang tepat ketika
berkeramas agar rambut lebih
terawat. Sampo yang tepat adalah
sampo yang sesuai dengan jenis
rambut. Apakah tergolong kering,
berminyak, atau bagaimana. Sahabat
webmuslimah bisa melihat jenis sampo
ini pada tulisan di kemasannya.

3. Gunakan kondisioner
Asgar rambut lebih sehat, halus dan
lembut, gunakanlah kondisioner
sepekan sekali. Sahabat webmuslimah
bisa memakainya setelah membilas
sampo, lalu mendiamkannya selama
10-15 menit agar kondisioner bekerja
dengan baik. Kondisioner ini
berfungsi mengembalikan minyak
alami yang dihasilkan kulit kepala,
merapikan kutikula dan membuat
rambut mengembang berkilau.

4. Menyisir rambut
Untuk membuat rambut lebih rapi,
biasakan menyisir rambut secara
teratur. Tentu, aktifitas ini
dilakukan ketika berada di rumah,
saat jilbab sudah dibuka. Menyisir
dapat membantu mencegah rambut
agar tidak kusut.

5. Rambut kering baru berjilbab
Pastikan rambut kering, baru
mengenakan jilbab. Sebab rambut
yang basah dan lembab dapat
menyebabkan ketombe. Jadi setelah
keramas, sahabat webmuslimah bisa
mengeringkannya dengan handuk lalu
menunggunya beberapa saat sampai
benar-benar kering. Ini juga
mengajarkan kita untuk mengatur
waktu keramas lebih pagi sehingga
punya waktu yang cukup sebelum
memakai jilbab dan keluar rumah.

6. Hindari pengering rambut
Rambut harus kering sebelum
memakai jilbab. Tetapi untuk
mengeringkan rambut hindari
menggunakan pengering rambut (hair
dryer). Sebab pengering rambut
dapat menyebabkan rambut rontok
dan patah-patah, apalagi jika
pemakaiannya terlalu sering.

7. Pakai jilbab berbahan katun atau kain bahan kaos
Saat santai, sahabat webmuslimah
bisa memilih jilbab berbahan katun
atau kaos. Sebab, pori-pori jilbab
berbahan katun atau kaos lebih
mudah melancarkan udara, sehingga
sirkulasi untuk rambut dan kulit
kepala lebih terjaga.

8. Pakai jilbab warna lembut
Terutama saat panas, pilihlah jilbab
berwarna lembut. Warna lembut lebih
sejuk bagi rambut dan kulit kepala.
Sedangkan warna hitam justru
menyerap panas.

9. Istirahatkan rambut
Saat berada di rumah, saat berdua
dengan suami, biarkan rambut
terurai tanpa jilbab, tanpa diikat.
Dengan begitu rambut bisa
‘beristirahat’ dan ‘bersantai’
sehingga lebih terjaga kesehatannya.

10. Protein dan vitamin B1, B12 dan C
Konsumsilah makanan yang
mengandung banyak protein dan
vitamin B1, B12 dan C yang
semuanya bagus untuk menjaga
rambut sehat dan kuat.

Tuesday, September 23, 2014

Selalu memberi yang terbaik

Ingatlah selalu kebaikan orang lain
kepada kita dan lupakan kebaikan
kita kepada orang lain (Imam Ali bin
Abi Thalib). Sahabat setia, rasanya
nasihat dari salah satu sahabat
Rasulullah saw. Ali bin Abi Thalib ini
bisa menjadi salah satu hal yang
harus kita aplikasikan dalam hidup
untuk meraih SUKSES DUNIA dan
AKHIRAT yakni dengan selalu
memberikan yang terbaik untuk
orang lain.

Memberi tidak selalu identik dengan
uang yang disedekahkan, tapi lebih
dari itu memberi bisa pula dalam
bentuk pertolongan saat orang lain
membutuhkan bantuan, memberikan
senyum tulus kepada orang lain atau
setidaknya tidak membuat orang lain
direpotkan oleh kita dengan sikap
mandiri.

Apa yang disampaikan Imam Ali bin
Abi Thalib berdasarkan pada
keikhlasan tapa pamrih saat memberi
bantuan kepada orang lain dengan
hanya mengharap ridho Allah
semata. Ingatlah sahabat, Allah
senantiasa akan menolong kita jika
kita mau menolong orang lain meski
tidak melalui orang yang sama.
Dalam hal memberi, jangan pernah
berpikir untuk memberi pertolongan
hanya kepada orang yang pernah
menolong kita seperti ungkapan yang
dikatakan Jhon F Kenedy yang
menyatakan “Jangan pernah
mempertanyakan apa yang telah
negara berikan kepadamu tapi
tanyakanlah apa yang telah kamu
berikan pada negaramu”
Konteks kalimat Jhon F Khenedy
memang berkaitan denga konsep
antara masyarakat dan negara,
namun hal ini juga berlaku umum bagi
kita selaku pemuda untuk senantiasa
berbuat banyak bagi orang lain. So,
berbuatlah yang terbaik niscaya
sobat akan mendapatkan yang
terbaik.

Jangan hanya blogwalking saja sobat, tapi tinggalkanlah jejak dengan berkomentar...
Jangan lupa share dan beri +1 jika artikel ini bermanfaat buat sobat semua, dan kunjungi narujiwo untuk membaca artikel yang mungkin bermanfaat buat sobat

Thursday, November 7, 2013

Pentingnya menutup aurot bagi kaum hawa

Mengapa Wanita harus menutup aurat?

Pertanyaan ini sangat
penting namun jawabannya justru jauh lebih penting.
Satu pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang cukup panjang. Jilbab merupakan satu
hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat. Sebagai syariat yang memiliki konsekuensi jauh ke depan, menyangkut kebahagiaan dan kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat.

Jadi, persoalan jilbab bukan hanya persoalan adat ataupun mode fashion. Jilbab adalah busana universal yang harus dikenakan oleh wanita yang telah mengikrarkan keimanannya. Tak perduli apakah ia muslimah Arab, Indonesia, Eropa ataupun Cina. Karena perintah mengenakan hijab ini berlaku umum bagi segenap muslimah yang ada di setiap penjuru bumi.
Berikut kami ulas sebagian jawaban dari pertanyaan diatas:

Pertama
Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Ketaatan
merupakan sumber kebahagian dan kesuksesan besar di dunia dan akherat. Seseorang tidak akan merasakan manisnya iman jika ia enggan
menjalankan serta melaksanakan segenap perintah Allah dan RasulNya.
Allah Subhanahu waTa'ala berfirman.
"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yg besar". [Al Ahzab:71]
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah". [HR Muslim].
Kedua :
Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan RasulNya. Allah SWT berfirman.

"Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". [Al Ahzab:36].
Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda.
"Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)". [Muttafaqun alaih]
Sementara wanita yang pamer aurat dan keindahan tubuh sama artinya dia telah berani menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan.

Ketiga :
Sesungguhnya Allah memerintahkan hijab untuk meredam berbagai macam fitnah (kerusakan). Jika berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah.
Sebaliknya, masyarakat yang dihuni oleh wanita yang gemar berdandan aduhai, pamer aurat dan keindahan tubuh, sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran yang sangat besar. Jasad yang bugil jelas akan memancing perhatian dan pandangan berbisa.
Itulah tahapan pertama bagi penghancuran dan pengrusakan moral dan peradaban sebuah masyarakat.

Keempat :
Tidak berhijab dan pamer perhiasan akan mengundang fitnah bagi laki-laki.Seorang wanita apabila memamerkan bentuk tubuh dan perhiasannya di hadapan laki-laki non muhrim, jelas akan mengundang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan buaya darat. Jika ada kesempatan mereka pasti akan memangsa dengan ganas laksana singa sedang kelaparan.
Seorang penyair berkata, "
"Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan".

Kelima :
Seorang wanita muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki,

"Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang merdeka yang tidak terikat dengan siapapun dan aku tidak tertarik dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat dibanding mereka.”
Adapun wanita yang pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki hidung belang, secara tidak langsung ia berkata, “
"Silahkan anda menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Ataukah ada kah orang yang berseloroh,
“Aduhai betapa cantiknya dia?
”.
Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya hingga mereka pun terfitnah.
Manakah di antara dua wanita di atas yang lebih merdeka? Jelas, wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukkan pandangan mereka dan bersikap hormat ketika melihatnya, hingga mereka menyimpulkan bahwa dia adalah wanita merdeka, bebas dan sejati.
Oleh karena itu, Allah SWT menjelaskan hikmah di balik perintah mengenakan hijab dengan firmanNya.

"Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih". [Al Ahzab : 59]


SEMOGA BERMANFAAT BUAT PEMBACA


Friday, October 4, 2013

Pacaran yang Baik Menurut Ajaran Islam




Pacaran yang Baik Menurut Ajaran Islam

Pacaran yang baik menurut ajaran islam itu sebenarnya sangat dianjurkan karena semuanya itu juga akan di pertanggung jawabkan di hari akhir nanti. Pacaran dalam islam sangat ketat bagi anak-anak remaja jaman sekarang.
Remaja jaman sekarang mungkin sudah banyak yang lepas dari ajaran-ajaran islam. Gaya berpacaran anak remaja sekarang sudah sangat kelewat batas. Pacaran kalau tidak dengan nafsu mungkin sudah gak asyik (kata sebagian besar anak remaja). tapi apakah mereka tidak takut dengan hukuman yang akan mereka dapat nantinya?...
Mungkin banyak yang berfikir seperti itu, tapi setelah mereka bertemu dengan lawan jenisnya atau pacarnya, semuanya itu tidak berlaku lagi. Yang pasti semua itu terpengaruh oleh hasutan setan.
Masih ingatkan dengan sabda Rosulullah, "jika dua lawan jenis berduaan, maka yang ketiga adalah setan". Mungkin sebab itulah para anak remaja jaman sekarang kelewat batas dalam berpacaran. Pacaran dalam hukum islam sebenarnya syah-syah saja, asal ada batasannya. Tapi apakah anda tahu apa batasan tersebut? pasti banyak yang gak tahu!. saya pun juga baru mempelajari tentang hal tersebut, setelah saya baca- baca tentang batasan- batasan tersebut. Batasan dalam berpacaran menurut hukum islam diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Tidak melakukan perbuatan yang dapat mengarahkan kita kepada perbuatan zina, Di antara perbuatan tersebut seperti berdua-duaan dengan lawan jenis ditempat yang sepi, bersentuhan termasuk bergandengan tangan, berciuman, dan lain sebagainya.

2. Tidak menyentuh perempuan yang bukan muhrimnya karena sudah ada hukum islam nya.

3. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, karena mengakibatkan munculnya hawa nafsu.

4. Harus menjaga mata atau pandangan kita ke pandangan yang mengarah pada timbulnya hawa nafsu. Sebab mata kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina.

5. Menutup aurat Sangat diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat dan dilarang memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadis dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh, memakai minyak wangi yang baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya setiap langkahnya dikutuk oleh para Malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina mata dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga, apa lagi masuk surga. Selagi batasan di atas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh. Tetapi persoalannya mungkinkah pacaran tanpa berpandang- pandangan, berpegangan, bercanda ria, berciuman, dan lain sebagainya. setelah itu terserah anda bagaimana menyikapinya. Jika anda sudah tahu akibat dari perbuatan, anda harus berfikir dewasa dan menyikapinya.


Jangan lupa Like FP ini Di facebook

By : Suthojiwo