Halaman

Tuesday, September 30, 2014

KISAH GADIS MUSLIMAH YANG SELAMAT DARI PEMBUNUHAN BERKAT AL QUR'AN

Kisah nyata ini dialami oleh seorang gadis Muslimah asal Arab yang tinggal di London. Suatu hari ia harus memenuhi undangan temannya hingga tengah malam. Meski rumahnya jauh, ia harus pulang malam itu juga.
“Naik bus saja ya. Meski agak lama tapi relatif lebih aman daripada kereta (subway). Di sini sering terjadi tindak kejahatan dan pembunuhan di malam hari, apalagi di stasiun bawah tanah yang biasanya sepi,” temannya menasehati ketika ia berpamitan pulang.

Gadis muslimah ini hanya berpikir bagaimana caranya agar ia cepat sampai di rumah. Karenanya ia memutuskan naik kereta api. Dan ternyata benar. Stasiun
sepi. Di ruang tunggu, ia melihat seorang laki-laki yang mencurigakan. Hanya mereka berdua yang ada di sana. Sempat takut, tapi ia kemudian cepat menenangkan diri. Ia berlindung kepada Allah dan membaca surat-surat Al Qur’an
yang dihafalnya. Ia pun berhasil melewati laki-laki tersebut dengan aman, lalu naik kereta dan tibalah ia di rumahnya.
Keesokan harinya, gadis Muslimah ini
dikejutkan dengan berita pembunuhan yang ia baca di surat kabar. Pembunuhan itu terjadi di stasiun yang sama, persis lima menit setelah kepergiannya meninggalkan stasiun itu. Di berita itu
juga disebutkan, polisi berhasil menangkap pembunuhnya.

Penasaran dengan peristiwa itu, ia
datang ke kantor polisi untuk melihat
siapa pembunuhnya. Ternyata pelaku
adalah laki-laki yang telah dilihatnya
semalam. Setelah meyakinkan polisi, ia
diberikan kesempatan bertanya kepada laki-laki tersebut.

“Apakah engkau mengingatku?” tanya gadis Muslimah itu.
“Apakah aku mengenalmu?” jawab laki-laki itu sambil berusaha mengingat gadis di depannya.
“Aku bertemu denganmu di stasiun sebelum kejadian tersebut” Jelas gadis itu.
“Ya, aku ingat sekarang” Jawab laki-laki itu.
“Mengapa engkau membiarkan aku, tidak membunuhku saat itu?”  Tanya Gadis itu.
“Jangan bercanda. Bagaimana aku akan membunuhmu sementara ada dua orang pengawal yang berbadan besar yang mengikutimu?”  Jawab laki-laki penjahat itu.

Allahu akbar! Rupanya Allah
menyelamatkan gadis muslimah itu dengan mengirimkan dua penjaga untuknya. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi semalam.
Saudariku sahabat muslimah, kapan pun engkau merasa terancam bahaya,
berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pelindung dan tidak ada pelindung kecuali Dia. Kapan pun engkau merasa takut, bergantunglah hanya kepadaNya. Ingatlah Dia, niscaya
Dia mengingatmu. Berdoalah kepadaNya dengan doa yang sungguh-sungguh,
niscaya Dia mengabulkan doamu.
Seperti kisah nyata yang ditulis Syaikh Ahmad Abduh Iwadh dalam buku La Tai’asu min Ruuhillah (Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah) di atas.

Ketika seorang hamba benar-benar berdoa, berlindung dan bergantung kepadaNya, maka Dia akan melindunginya dengan berbagai cara yang kadang-kadang hambaNya sendiri tidak tahu bahwa Allah melindunginya dengan caraNya.
Dan janganlah kosongkan dirimu dari Al Qur’an. Hafalkanlah firman firmanNya, sesuai kemampuan dan kesanggupanmu.

Sesungguhnya dengan menghafal Al Qur’an, engkau bisa membacanya kapan pun. Dan dengan membacanya, engkau mengingatNya. Ketika engkau menghayati maknanya, sesungguhnya engkau berusaha lebih dekat denganNya. Dan Dialah yang menjagamu dan menjaga seluruh
penghafal Qur’an.

Bagikan jika menurut kalian bermanfaat, jangan lupa klik +1 jika menurut kalian memang benar adanya, dan klik disini untuk kelangsungan blog ini,...

Terima Kasih

Sunday, September 28, 2014

BERSIFAT RAMAH ADALAH BAGIAN DARI AJARAN ISLAM

   Rasulullah SAW bersabda, "Orang
beriman itu bersikap ramah dan tidak
ada kebaikan bagi seorang yang
tidak bersikap ramah. Dan sebaik-
baik manusia adalah orang yang
paling bermanfaat bagi
manusia." (THR. Thabrani dan
Daruquthni, dari Jabir RA).
Hadis di atas kembali mengingatkan
jati diri kemanusiaan kita agar selalu
bersikap ramah dalam berinteraksi
sosial di antara sesama. Suatu sikap
yang dalam satu bulan terakhir ini
menjadi pertanyaan kita semua,
khususnya menyangkut sikap kita
sebagai manusia untuk menghargai
hak-hak kemanusiaan sesama.
Bila melihat hadis di atas, sangat
jelas dan tegas bahwa objek yang
dituju dari hadis tersebut adalah
"orang beriman". Jadi, sikap
keramahan itu menjadi satu hal yang
mutlak harus diintegrasikan dalam
diri orang yang beriman. Artinya,
kualitas keimanan seseorang itu salah
satunya bisa diukur dari seberapa
jauh ia sebagai seorang mukmin dalam
kehidupan sosialnya itu melaksanakan
"keramahan" kemanusiaannya (baca
menghargai dan menghormati).

Praktisnya, bila orang beriman itu
hidup dalam kemajemukan, maka ia
bisa menghargai dan menerima segala
perbedaan. Bila ia seorang pejabat,
maka ia bisa menyuarakan dan
amanah pada aspirasi rakyatnya.
Dan bila ia seorang pemimpin, maka ia
bisa menyalurkan segala energi
kepemimpinannya untuk mewujudkan
kemakmuran rakyatnya.

Implementasi wujud keramahan
tersebut menjadi hal paling esensial,
mengingat hakikat orang beriman itu
tidak hanya pandai melafalkan
sumpah tertentu, akan tetapi yang
lebih penting dari itu adalah wujud
konkret tindakannya di masyarakat.
"Al-imanu tashdiiqun bil qalbi, wa
ikrarun bil lisan, wa a'malun bil
arkan" (orang beriman itu tidak
hanya membenarkan dalam hati, dan
mengikrarkan di lisan, tapi lebih dari
itu adalah melaksanakan dalam
bentuk perbuatan).

Dengan memperhatikan esensi orang
beriman ini, maka kalimat berikutnya
dari hadis tersebut sangat
kontekstual, bahwa sebaik-baik
manusia adalah orang yang paling
bermanfaat bagi manusia lainnya.
Artinya, keberadaan kita sebagai
manusia (dalam posisi apa pun) akan
sangat ditentukan seberapa jauh kita
bisa memberi manfaat bagi
sekelilingnya. Kalau prinsip ini
dijadikan pegangan utama, maka
tentu tidak ada namanya anasir-
anasir tindakan merendahkan
kemanusiaan yang muncul di hati.
Tidak ada namanya "kedzaliman
struktural" manakala kita diberi
amanah menjalankan kekuasaan. Tak
ada namanya ketakutan akan
turunnya pencitraan ketika kita
senantiasa berpegang pada
kebenaran. Semua tindakan akan
tersubordinasikan untuk meraih
tujuan hakiki orang beriman, yaitu
rida Allah SWT. Semoga Allah
senantiasa memberi hidayah kepada
kita semua untuk selalu berada pada
garis kebenaran-Nya, sampai kita
semua menghadap-Nya dengan
husnul khatimah. Amin ya Rabbal'alamin.

Mohon keihlsan sobat untuk satu klik disini.

Saturday, September 27, 2014

Satu ciuman berjuta resikonya

Ini bumbu dalam pacaran remaja.
Tapi, ngeh nggak kamu ancaman di balik aksi itu? Selain
dosa, juga membahayakan kesehatan.
Bagi para aktivis pacaran, tanpa ciuman ibarat sayur tanpa
garam. Bahkan sebagian lagi
menganggap, bahwa
ciuman adalah bagian budaya kita di
era globalisasi ini. Ciuman adalah salah
satu ciri dalan kehidupan modern, tanda kemajuan jaman. Yang
tidak ciuman, khususnya para remaja,
dibilang kuno bin kolot, bahkan ketinggalan jaman.

Coba saja amati, saat peresmian
suatu acara atau
bangunan, atau penganugerahan satu
gelar atau
penghargaan, bisa kita lihat ciuman
selalu mengiringi ucapan selamat? Yang ngerjain nggak
cuma kalangan selebritis, tapi pejabat
juga mengamalkannya. Kalau dulu ciuman hanya
antara wanita, maka sekarang antar
lain jenis pun dilaksanakan, dan dipublikasikan
secara terbuka? Nggak heran di televisi apalagi layar
lebar, adegan ciuman pasti ditemui
dan seolah sudah menjadi suatu kebiasaan, layaknya tegur
sapa bila bertemu dengan kenalan?
Justru aneh bila ada sinetron atau tayangan lainnya yang sepi
bahkan tidak ada ada adegan
ciumannya? Yah,
begitulah kenyataan yang ada di
sekitar kita.
Ciuman sudah bukan hal tabu, tapi
sudah jadi
tradisi dan merakyat, sehingga bisa
kita temui
dimana saja dan kapan saja? Tidak
hanya adegan TV, tapi juga di tempat-tempat umum.

Nah, sobat muda, benar nggak sih
kalo kita
nganggap aktivitas ciuman sah-sah
saja, bumbu
penyedap pergaulan?? Mau tahu
jawabannya??
Terusin dulu membaca tulisan ini
sampai tuntas?
OK?
•Sejuta Resenye, Sejute Resikonya•
Ketika seseorang berciuman, maka
bagian tubuh yang terlibat dalam aktivitas ini adalah wajah dan
rongga mulut, mulai dari hidung, bibir
dan juga rongga dalam mulut? Nah, mulut punya kedudukan khusus berkaitan dengan
masalah kesehatan? Salah satu hal yang harus diwaspadai
dari mulut adalah predikat mulut
sebagai port d’ entry? Ini artinya adalah pintu masuk? Buat
siapa? Buat kuman, saudara-
saudara! Jadi, mulut
disini menjadi salah satu pintu
masuknya kuman,
baik dari luar ke dalam tubuh maupun
dari dalam tubuh keluar? Gampangnya, mulut inilah
yang menjadi sarana lalu lintas
kuman?
Demikian pula halnya dengan hidung?
Udara
yang keluar masuk hidung, bisa
menjadi
kendaraan bagi kuman untuk
berkelana dari dan
keluar tubuh? Ada kuman-kuman
tertentu yang
punya singgasana di rongga mulut, di
bagian
selaput lendir rongga mulut (mukosa)
atau di air
ludah(saliva), yang akan ikut
terlontar keluar
ketika bersin atau batuk? Ada juga
kuman yang
berada di saluran pernafasan, yang
bisa terlontar
keluar melaluiudara pernafasan?
Jadi kalau
deket-deketan, gampang deh kuman
itu
bermigrasi alias pindah tempat ke luar
tubuh.
Bila terjadi ciuman, maka
dimungkinkan terjadi
perpindahan kuman dari mulut dan
hidung yang
satu ke mulut dan hidung
pasangannya? Atau
dengan kata lain, terjadi
perpindahan kuman
kepada orang lain? Boleh jadi, yang
terjadi adalah
kuman saling berpindah tempat? Bila
ada kuman
masuk ke dalam tubuh seseorang,
maka
terjadilah resiko untuk terjangkit
satu penyakit
tertentu? Coba bayangkan jika
ternyata pasangan
yang berciuman tadi mengidap
berbagai macam
penyakit yang bisa ditularkan melalui
mulut atau
hidung? Pasangannya akan tertular
penyakit yang
dideritanya? Jadi terjadi proses
penularan
penyakit? Lebih jauh lagi, pasangan
akan
mengidap penyakit yang ditularkan
tadi. Nah,
masih percaya ciuman itu sehat?
Lagian, siapa yang bisa menjamin
bahwa
pasangan kita benar-benar sehat
dan tidak
menderita sakit?? Perlu diketahui,
bahwa banyak
orang yang nampak sehat, tapi penuh
kuman? Di
dalam kesehatan ada orang yang
dikenal sebagai
carier alias pembawa penyakit? Si
carier ini
secara fisik dia sehat, tidak
menampakkan gejala-
gejala penyakit, dan juga tidak
mempunyai
keluhan-keluhan tertentu. Tetapi,
dengan
pemeriksaan laboratorium, dapat
diketahui,
bahwa sebenarnya dia mengidap
penyakit
tertentu dan masih ada kuman yang
bersarang di
dalam tubuhnya? Barangkali kalian
pernah punya
teman, yang nampaknya sehat-sehat
saja, tapi
pas diperiksa di laboratorium baru
ketahuan,
ternyata dia mengidap satu penyakit
tertentu?
Coba, bagaimana kalau pasangan
yang pacaran
adalah pembawa penyakit tertentu.
Masihkah
berani bilang aman?
Ada banyak penyakit yang bisa
ditularkan
meelalui hidung dan mulut. Mulai yang
ringan
seperti influenza alias batuk pilek,
hingga
penyakit masa kini yang belum ketemu
obatnya,
yaitu AIDS? Ini di antaranya:
• ISPA: Infeksi saluran pernafasan
akut, seperti
influenza, batuk pilek, radang
tenggorokan.
• HERPES SIMPLEKS LABIALIS:
infeksi oleh virus
herpes yang menyerang bibir.
• TBC: Batuk darah, penyakit yang
menyerang
paru-paru.
• Hepatitis: radang hati atau
penyakit kuning.
• Thyfoid: penyakit tyfus, infeksi
pada usus halus.
• AIDS: penyakit yang ditandai
dengan penurunan
kekebalan tubuh.
Apa tidak serem? Bayangkan kalau
kalian tidak
menyadari ada kuman yang masuk ke
dalam
tubuh kalian dan tertular penyakit
tertentu.?
Aduh, jangan sampai deh.? Jadi
ingat, bahwa
ciuman berjuta resikonya.